KEPULAUAN RAJA AMPAT DI PAPUA BARAT – PAPUA – INDONESIA
Raja Ampat adalah terletak di Kabupaten Maritim Raja Ampat, dan merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Sorong. Kabupaten ini mungkin kurang favorit dan kurang dikenal di Indonesia Namun sebenarnya kabupaten ini sangat terkenal di Dunia, alam bawah lautnya adalah lebih baik dari alam bawah laut , Laut Merah yang terkenal dan nomor satu di dunia, ini adalah menurut pakar ilmu bawah laut dunia.
Bloger ku sebenarnya mengenai Airport, Airspace dan Air Navigation, namun sebelum akhirnya cerita tentang membutuhkan Bandar Udara di Raja Ampat, sepertinya saya harus menjelaskan dulu potensi Kepulauan Raja Ampat, dan kenapa membutuhkan beberapa bandar Udara di kepulauan ini.
Kepulauan Raja Ampat mempunyai lebih dari 600 pulau besar dan kecil, namun hanya 50% saja yang berpenghuni dan lebih kurang 400 pulau belum mempunyai nama, pulau terluar yang berbatasan dengan Kepulauan Palau di Negara Palau dan Negara Philiphina (untung bukan Malaysia) , adalah Pulau Esia, saat ini dihuni 60 orang dari TNIAL, lebih keselatan adalah kepulauan Ayau yang terdiri dari dua Atol, dimana terdapat yang terbesar Pulau Ayau (650KK), selanjutnya Pulau Reni (60KK), Pulau Fani dan Pulau Kanobe yang tidak berpenghuni. Sedangkan ibu kota Kabupaten Raja Ampat adalah Waisai, di Pulau Waigeo.
Untuk mencapai Kepulauan yang berpenduduk terluar disebelah utara Ibu Kotanya, saat seringkali dilakukan oleh kapal atau “speed boat” charter sesuai pengalaman charter selama beberapa hari (3hari) pulang pergi dikeluarkan dana sebesar Rp45 juta, perjalanan ditempuh dari Waisai ke Dorekar ibukota kecamatan Kepulauan Ayau , adalah selama 15jam sekali jalan (12 penumpang), tergantung arus dan gelombang lautan Pasifik. Pelayaran kapal perintis sampai ke kepulauan ini setidaknya selama dua minggu karena kapal tersebut haru memutari wilayah Kabupaten Kepulauan Raja Ampat , wilayah selatan hingga wilayah utara Kepulauan Raja Ampat.
Sedangkan untuk kapal tinggal bagi para pe-diving, kebanyakan kapal kayu yang cukup disukai oleh para penyelam manca negara yaitu kapal Phinisi, yang disewakan dari klas termurah hingga termahal, namun disana juga terdapat kapal asing yang beroperasi bagi para penyelam. Trip perjalanan dan penginapan dikapal yang termurah adalah 3750$ hingga 8500$, selama 10 hari, dan sudah penuh hingga Desember 2009
Potensi Kepulauan Raja Ampat sangat kaya, dari Biota lautnya, Sumber Daya Alamnya, namun percepatan pembangunannya bisa dianggap terlambat karena tidak didukung oleh sarana Trasnportasi yang memadai, masing2 Pulau saat ini hanya dihubungkan dengan sarana perhubungan laut yang kondisi keselamatannya cukup memprihatinkan, karena beberapa pulau yang disinggahi melalui lautan Pasifik.
Sehingga bandar udara dimasing Pulau yang dianggap penting diperlukan, terutama untuk pulau terluar selain diperlukan untuk keamanan negara, dapat juga untuk kepentingan pariwisata, baik pantai maupun penyelaman bawah lautnya.
Saya tidak dapat bicara banyak tentang keindahan bawah laut ini namun akan kami sertakan gambar2 yang di foto oleh wisatawan khususnya dari travel biro penyelaman bawah laut diseluruh dunia, untuk melihat gambar dan menginformasikan balik ke kawan2 di Indonesiapun saya harus mendapatkan ijin dari City Sea Horse agak aneh ya,
saya tidak tahu apakah mereka mendapatkan ijin pada saat memfoto bawah laut kita http://www.cityseahorse.com/rajaampat.html, bahkan di kepulauan ini terdapat beberapa ikan hias jenis baru didunia.
![]()
Bisnis tentang wisata bawah laut ini sudah banyak dijual oleh orang manca negara, saya tidak tahu bagaimana dengan Indonesia, karena untuk kebutuhan suatu Bandar Udara di Kabupaten Raja Ampat yang telah diajukan oleh pemerintah daerah ke pusat , kelihatannya tidak terlalu mulus, karena kemungkinan keterbatasan dana padahal salah satunya adalah untuk mengamankan batas negara terluar NKRI
Untuk melihat gambaran bawah laut di Raja Ampat yang di eksplore oleh majalah diving yang terkenal didunia mohon lihat pada http://www.cityseahorse.com/pdf/DFugitt_Raja-Ampat-Diving.pdf

Kepulauan ini juga merupakan wilayah kerja dari Coral Triangle Center , http://coraltrianglecenter.org/ , dan oleh The nature conservancy telah ditentukan bahwa Kabupaten Raja Ampat merupakan “the richest marine bidodiversity in the world” http://www.rajaampat.org/
August 17, 2009 at 1:02 am |
Dear Nanang;
)
How nice and beautiful it is…
Congrats
and
Regards
Laura
August 17, 2009 at 4:36 am |
Yes , but still not explore yet by the Government, I try to find the invest’r, the formerly place are located in the Banda sea , the palced name Wakatobi, maybe you can search through internet, Thank’s Laura